Dalam perkembangan animasi 2D, teknik awal yang digunakan animator adalah frame by frame, yaitu menggambar setiap perubahan gerakan secara manual pada setiap frame. Cara ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang sangat panjang, karena setiap detail gerakan harus dibuat satu per satu agar terlihat hidup. Hingga saat ini, teknik tersebut masih digunakan di beberapa studio besar seperti Toei Animation, yang dikenal sebagai pembuat anime One Piece. Mereka tetap mempertahankan pendekatan tradisional untuk menjaga kualitas artistik dan ekspresi gerakan yang khas.
Seiring berkembangnya teknologi, muncul berbagai software animasi yang membantu mempercepat proses produksi tanpa menghilangkan esensi gerakan. Salah satu teknik yang sangat membantu adalah motion tween. Motion tween adalah teknik animasi di mana animator hanya perlu menentukan posisi awal dan posisi akhir suatu objek, sementara sistem akan secara otomatis membuat gerakan di antara kedua titik tersebut. Dengan kata lain, komputer akan mengisi in between secara otomatis, sehingga animasi terlihat lebih halus dengan waktu pengerjaan yang lebih efisien.
Dalam penerapannya di Macromedia Flash 8, motion tween dilakukan dengan mengubah objek menjadi simbol (biasanya Movie Clip), kemudian menentukan keyframe awal dan akhir. Setelah itu, animator cukup mengaktifkan fitur motion tween pada timeline. Objek dapat dianimasikan tidak hanya dalam hal posisi, tetapi juga skala (besar-kecil), rotasi (putaran), hingga transparansi. Teknik ini sangat cocok untuk animasi dasar seperti pergerakan objek, perpindahan posisi, atau efek sederhana lainnya.
Tips:
Klik kanan di antara frame 10 dan 20 > Create Motion Tween untuk membuat Tween hanya pada frame 10 sampai 20 saja pada Layer 1.

Blok (klik dan geser) seluruh frame > Klik Kanan > Create Motion Tween untuk membuat tween dari frame 1 sampai 20 (semua frame) pada Layer 1.

Sebagai latihan, siswa ditantang untuk menerapkan motion tween pada dua dokumen animasi yang telah dibuat sebelumnya. Pada animasi kotak merah yang bergerak membentuk jalur persegi, ubah pendekatan dari frame by frame menjadi motion tween dengan menentukan titik awal dan akhir di setiap sisi, lalu biarkan sistem mengisi gerakannya. Pada animasi bola memantul, coba gunakan motion tween untuk pergerakan naik dan turun, kemudian kombinasikan dengan pengaturan skala untuk mendekati efek squash dan stretch. Dengan latihan ini, siswa akan memahami perbedaan antara teknik manual dan otomatis, serta mampu memilih teknik yang tepat sesuai kebutuhan animasi.
Kemudian jelaskan dengan singkat perbedaan penerapan Motion Tween pada kedua animasi di atas!