Animasi 2D adalah teknik menciptakan ilusi gerak dari rangkaian gambar dua dimensi yang ditampilkan secara berurutan dalam waktu tertentu. Setiap gambar (frame) memiliki perbedaan kecil dari gambar sebelumnya, sehingga ketika diputar dengan cepat, mata manusia menangkapnya sebagai gerakan yang halus dan hidup. Dalam konteks Desain Komunikasi Visual, animasi 2D berfungsi sebagai media penyampaian pesan yang efektif, baik untuk hiburan, edukasi, maupun promosi.
Sejarah animasi berawal dari eksperimen sederhana manusia dalam menciptakan ilusi gerak, seperti thaumatrope, zoetrope, hingga flip book pada abad ke-19. Perkembangan teknologi kemudian melahirkan animasi film awal pada awal abad ke-20, yang terus berkembang hingga munculnya studio-studio besar. Animasi mengalami kemajuan pesat dari teknik manual yang digambar tangan di atas kertas, hingga beralih ke sistem digital yang lebih efisien dan fleksibel.

Tonggak penting dalam dunia animasi adalah lahirnya 12 prinsip dasar animasi yang diperkenalkan oleh animator dari Walt Disney Studios, yaitu Ollie Johnston dan Frank Thomas. Prinsip-prinsip ini meliputi squash and stretch, anticipation, staging, straight ahead and pose to pose, follow through and overlapping action, slow in and slow out, arc, secondary action, timing, exaggeration, solid drawing, dan appeal. Prinsip ini menjadi fondasi utama agar animasi terlihat lebih realistis, ekspresif, dan menarik.
Salah satu bentuk animasi sederhana yang mudah dipelajari adalah flip book. Flip book adalah kumpulan gambar yang disusun dalam urutan tertentu pada lembaran kertas, kemudian dibalik dengan cepat menggunakan jari sehingga menghasilkan efek gerak. Teknik ini sering digunakan sebagai media pembelajaran dasar karena membantu memahami konsep frame, timing, dan perubahan gerakan secara langsung tanpa bantuan teknologi digital.
Seiring perkembangan zaman, animasi 2D telah berevolusi menjadi animasi modern berbasis digital. Saat ini, animator menggunakan berbagai software untuk membuat animasi dengan teknik frame by frame maupun tweening. Proses produksi menjadi lebih cepat, efisien, dan dapat menghasilkan kualitas visual yang tinggi. Animasi modern tidak hanya digunakan dalam film dan televisi, tetapi juga dalam game, media sosial, iklan, hingga aplikasi interaktif, menjadikannya salah satu bidang kreatif yang sangat relevan di era digital.
Curriculum
- 7 Sections
- 3 Lessons
- Lifetime
- J.59ANM00.001.2Membuat 2D Sekuensial Gambar Gerak Utama (Keyframing)2
- J.59ANM00.002.2Membuat 2D Sekuensial Gambar Gerak Sela (Inbetween)1
- J.59ANM00.003.2Membuat Pergerakan (Motion) Objek Digital0
- J.59ANM00.004.1Membuat Gerak Berulang Karakter (Motion Loop)0
- J.59ANM00.005.1Membuat Gerak Body Mechanic (Interaction) Karakter0
- J.59ANM00.006.1Membuat Akting Pergerakan Karakter0
- J.59ANM00.007.1Membuat Lip Sync Karakter0
Requirements
- Dasar Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual
Features
- Macromedia Flash 8
Target audiences
- Siswa XI DKV