Serui, 25 Juli 2025 – Dalam upaya membentuk karakter pemimpin muda yang tangguh, bertanggung jawab, dan visioner, SMKS YPK TIK Serui sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Kepemimpinan OSIS selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 23 hingga 25 Juli 2025 bertempat di ruang kelas sekolah. Kegiatan ini dimulai setiap hari pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIT, dan diikuti oleh seluruh pengurus OSIS periode 2025/2026.
Pelatihan ini menjadi salah satu agenda rutin tahunan sekolah untuk membekali para calon pemimpin siswa dengan wawasan, keterampilan, dan sikap dasar dalam mengelola organisasi, menyusun program kerja, menyelesaikan konflik, hingga tampil percaya diri berbicara di depan umum.
Hari Pertama: Mengenal Diri dan Organisasi
Hari pertama pelatihan dibuka secara resmi oleh Ibu Vivi Dian Mamoribo, S.Pd, Kepala SMKS YPK TIK Serui, yang juga menjadi pemateri pertama dengan topik “Manajemen Kepemimpinan”. Dalam pemaparannya, Ibu Vivi menyampaikan bahwa pemimpin bukan hanya soal memberi perintah, tetapi bagaimana mampu memberi arah, menginspirasi, dan menciptakan perubahan positif di lingkungannya.
“Menjadi pemimpin bukanlah posisi, tetapi tanggung jawab. Pemimpin yang hebat tahu kapan harus mendengar, kapan bertindak, dan kapan memberi ruang bagi anggotanya untuk berkembang,” ungkap Ibu Vivi dengan penuh semangat.
Sesi ini sangat interaktif karena Ibu Vivi memberikan berbagai studi kasus kepemimpinan yang pernah ia alami selama memimpin sekolah, serta membagikan tips tentang membangun kepercayaan, disiplin, dan tanggung jawab dalam organisasi sekolah.
Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Bapak Philipus Wairara, S.Pd, M.H., seorang pendidik senior dan pengamat pendidikan dari Serui, yang membawakan materi “Manajemen Konflik”. Para peserta diajak memahami bahwa konflik dalam organisasi adalah hal yang lumrah, namun penting untuk dikelola dengan bijak.
“Konflik tidak selalu buruk, justru bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat tim jika diselesaikan dengan komunikasi yang sehat dan empati,” ujar beliau.
Melalui simulasi dan diskusi kelompok, peserta diajak mengenali penyebab konflik, cara merespons secara dewasa, serta bagaimana membuat keputusan yang adil dan tidak memihak. Banyak peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya komunikasi terbuka dan kejujuran dalam kepemimpinan.
Hari Kedua: Menuju Organisasi yang Efektif dan Komunikatif
Hari kedua pelatihan tidak kalah menarik dengan menghadirkan dua pemateri yang sangat kompeten. Sesi pertama diisi oleh Bapak Herry Situmeang, SE., Humas sekolah, dengan materi “Penyusunan Program Kerja”.
Dalam sesinya, para peserta diajak memahami pentingnya perencanaan program kerja OSIS yang terstruktur, terukur, dan realistis. Dengan membawa contoh nyata program-program OSIS di berbagai sekolah, Pak Herry memandu peserta menyusun draft program kerja untuk satu tahun ke depan.
“Organisasi yang tidak punya rencana, akan gagal karena berjalan tanpa arah. OSIS harus mampu merancang program kerja yang bermanfaat dan melibatkan banyak siswa,” tegas beliau.
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta, yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi dan merancang program kerja OSIS sesuai bidang masing-masing, seperti bidang keagamaan, olahraga, kesenian, dan lainnya.
Sesi kedua hari itu diisi oleh Bapak Zeth Mambrasar, S.Pd., yang mengangkat tema “Public Speaking”. Sesi ini menjadi salah satu yang paling dinanti karena dikemas secara fun, energik, dan penuh praktik langsung.
“Kunci public speaking adalah percaya diri, tahu apa yang ingin disampaikan, dan peduli pada audiens. Jangan takut salah. Bicara saja dengan hati,” pesan Pak Zeth di tengah gelak tawa peserta yang mencoba berbagai gaya berbicara di depan umum.
Para peserta diberi tantangan untuk tampil satu per satu membawakan pidato singkat, memimpin rapat, atau menyampaikan aspirasi. Meskipun awalnya gugup, banyak dari mereka yang mulai menunjukkan keberanian dan peningkatan kemampuan berbicara secara terbuka.
Hari Ketiga: Jiwa Sehat, Fisik Kuat, Organisasi Hebat
Hari terakhir pelatihan diisi dengan dua topik penting yang menyentuh aspek kesehatan dan kedisiplinan. Pada sesi pertama, hadir narasumber dari Puskesmas Serui Kota yang membawakan materi tentang “Unit Kesehatan Sekolah (UKS)”.
Para peserta diajak memahami pentingnya peran UKS dalam mendukung kesehatan siswa di lingkungan sekolah, serta bagaimana OSIS bisa turut berperan aktif dalam kampanye hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan ringan di sekolah.
“Kesehatan adalah fondasi. Pemimpin yang sehat akan mampu berpikir jernih, bertindak cepat, dan menjadi contoh bagi anggotanya,” jelas narasumber dari Puskesmas.
Sesi ini juga melibatkan demonstrasi penanganan luka ringan dan simulasi kebersihan lingkungan sekolah, yang mengundang perhatian dan partisipasi aktif dari peserta.
Sesi terakhir sekaligus penutup pelatihan adalah pelatihan “Peraturan Baris Berbaris (PBB)” yang dipandu oleh tim PASKIBRA SMKS YPK TIK Serui. Di bawah terik matahari pagi, para peserta ditempa fisik dan mentalnya melalui latihan baris-berbaris yang mengedepankan kekompakan, kedisiplinan, dan ketegasan.
Meski terlihat kelelahan, para peserta tetap semangat dan antusias mengikuti aba-aba dan instruksi dari para pelatih. Latihan ini membuktikan bahwa pemimpin juga harus kuat secara fisik, mampu memimpin dengan keteladanan, dan tetap disiplin dalam segala situasi.
Penutupan: Semangat Baru OSIS SMKS YPK TIK Serui
Pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Sekolah, Ibu Vivi Dian Mamoribo, S.Pd, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemateri. Dalam sambutannya, ia berharap OSIS SMKS YPK TIK Serui mampu menerapkan semua ilmu yang diperoleh untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang inspiratif dan berdampak positif bagi seluruh siswa.
“Pelatihan ini hanyalah awal. Tugas kalian sebagai pemimpin dimulai dari sini. Buktikan bahwa kalian bukan hanya bisa bicara, tapi juga bisa bekerja, memberi teladan, dan membawa perubahan,” tutup beliau.
Salah satu peserta, Livia Mamoribo (XI MP), mengungkapkan rasa bangganya bisa mengikuti kegiatan ini.
“Saya belajar banyak, terutama tentang bagaimana mengelola konflik dan berbicara di depan orang banyak. Sekarang saya lebih percaya diri dan ingin mengembangkan OSIS menjadi lebih aktif dan kreatif,” ungkapnya.

















