Bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi merupakan salah satu pilar penting dalam perkembangan teknologi digital saat ini. Pada fase awal pembelajaran, peserta didik diperkenalkan dengan berbagai peluang profesi dan kewirausahaan di bidang ini, seperti network engineer, teknisi telekomunikasi, administrator jaringan, hingga technopreneur yang membangun usaha berbasis layanan internet, instalasi jaringan, atau solusi IT. Selain itu, peserta didik juga belajar membangun personal branding dan mengenali peluang usaha yang relevan, sehingga mampu menumbuhkan visi dan passion sejak dini melalui proyek-proyek nyata yang mensimulasikan dunia kerja dan bisnis teknologi.
Dalam dunia industri, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) menjadi hal yang sangat penting. Peserta didik dilatih untuk memahami dan menerapkan praktik kerja yang aman, mengenali potensi bahaya di tempat kerja, serta mampu menjalankan prosedur darurat. Budaya kerja industri seperti 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) juga ditanamkan sebagai kebiasaan profesional. Hal ini sangat relevan dalam pekerjaan teknisi jaringan yang sering bekerja dengan perangkat listrik, di ruang server, hingga di lokasi pemasangan perangkat di ketinggian seperti tower telekomunikasi, sehingga pemahaman prosedur keselamatan menjadi keharusan.
Selanjutnya, peserta didik mempelajari dasar-dasar teknik jaringan komputer dan telekomunikasi, termasuk pengenalan alat ukur yang digunakan dalam pemeliharaan jaringan. Pemahaman ini menjadi bekal penting untuk memastikan jaringan tetap stabil dan berfungsi dengan baik. Di industri, alat ukur seperti LAN tester, multimeter, dan optical power meter digunakan untuk mendeteksi gangguan, mengukur performa, serta memastikan kualitas jaringan sesuai standar.
Pada bagian media dan jaringan telekomunikasi, peserta didik dikenalkan dengan konsep-konsep utama seperti IPv4 dan IPv6, protokol TCP/IP, layanan jaringan (networking services), serta sistem keamanan jaringan. Selain itu, mereka juga mempelajari berbagai teknologi komunikasi seperti sistem seluler, microwave, VSAT IP, jaringan optik (fiber optic), dan WLAN (Wi-Fi). Pengetahuan ini sangat penting karena teknologi tersebut digunakan secara luas di industri, mulai dari penyedia layanan internet (ISP), perusahaan telekomunikasi, hingga infrastruktur jaringan di perkantoran dan industri kreatif.
Terakhir, kemampuan menggunakan alat ukur menjadi keterampilan praktis yang harus dikuasai. Peserta didik tidak hanya belajar cara menggunakan alat, tetapi juga cara merawatnya agar tetap akurat dan tahan lama. Dalam dunia kerja, ketelitian dalam pengukuran sangat menentukan kualitas layanan jaringan, sehingga keterampilan ini menjadi salah satu kompetensi utama bagi tenaga kerja di bidang jaringan komputer dan telekomunikasi.
Secara keseluruhan, pembelajaran ini dirancang untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang untuk berkarier maupun berwirausaha di bidang teknologi jaringan dan telekomunikasi yang terus berkembang pesat.
Curriculum
- 7 Sections
- 2 Lessons
- Lifetime
- Proses bisnis di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasiPada akhir fase E peserta didik mampu memahami proses bisnis pada bidang teknik komputer dan telekomunikasi, meliputi customer handling, perencanaan, analisis kebutuhan pelanggan, strategi implementasi (instalasi, konfigurasi, monitoring), dan pelayanan pada pelanggan sebagai implementasi penerapan budaya mutu.0
- Perkembangan teknologi di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasiPada akhir fase E peserta didik mampu memahami perkembangan teknologi pada perangkat teknik jaringan komputer dan telekomunikasi termasuk 5G, Microwave Link, IPV6, teknologi serat optik terkini, IoT, Data Centre, Cloud Computing, dan Information Security serta isu- isu implementasi teknologi jaringan dan telekomunikasi terkini antara lain keamanan informasi, penetrasi Internet.0
- Profesi dan Kewirausahaan (job-profile dan technopreneur) di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasiPada akhir fase E peserta didik mampu memahami jenis-jenis profesi kewirausahaan (job-profile dan technopreneurship, personal branding serta peluang usaha di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, untuk membangun vision dan passion, dengan melaksanakan pembelajaran berbasis proyek nyata sebagai simulasi proyek kewirausahaan.0
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industriPada akhir fase E peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik- praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur- prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), termasuk pencegahan kecelakaan kerja di tempat tinggi dan prosedur kerja di tempat tinggi (pemanjatan).0
- Dasar-dasar teknik jaringan komputer dan telekomunikasiPada akhir fase E peserta didik mampu memahami tentang jenis alat ukur dan penggunaannya dalam pemeliharaan jaringan komputer dan sistem telekomunikasi.0
- Media dan jaringan telekomunikasiPada akhir fase E peserta didik mampu memahami prinsip dasar sistem IPV4/IPV6, TCP IP, Networking Service, Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi, Sistem Seluler, Sistem Microwave, Sistem VSAT IP, Sistem Optik, dan Sistem WLAN.2
- Penggunaan Alat UkurPada akhir fase E peserta didik mampu menggunakan alat ukur, termasuk pemeliharaan alat ukur untuk seluruh jaringan komputer dan sistem telekomunikasi.0
Requirements
- Informatika
Target audiences
- Siswa X TKJ